Oleh. Eliyati Bahri
 |
| NLP : Psycology Of Excellent |
Paling mudah menerangkan NLP adalah dari kata pembentuknya: Neuro-Linguistic Programming. Bahasa mudahnya, NLP adalah ilmu tentang pemrograman ulang pola-pola dalam system neurologi (syaraf, pikiran) kita dengan menggunakan kecapakan berbahasa.
Menurut penemunya, yaitu DR. Richard Bandler, NLP adalah sikap, dan metodologi belajar yang menghasilkan tehnik-tehnik mental yang bisa di pakai dalam kehidupan nyata.
Singkatnya seorang praktisi NLP mampu memberdayakan diri, mengelola kondisi emosional, menghilangkan emosi negatif, mengidwntifikasi dan mengubah keyakinan yang membatasi.
Ya, kita memiliki program dalam diri. Dan program ini ada yang bermanfaat, adapula yang tidak. Yang bermanfaat kita bisa teruskan dan tingkatkan. Yang tidak, mungkin bisa kita hapus atau ganti dengan yang lebih baik.
Kita punya program bahagia, program kesel, program sedih dst.
Pada sessie kali ini kita akan pelajari tentang Pillar-Pillar NLP dan Presupposisi
1.The Pillars of NLP
Ini adalah 6 prinsip dasar yang menjadi landasan utama jika Anda dan saya ingin mempelajari NLP secara utuh, yaitu:
1.Diri sendiri.
Diri kita sendiri adalah bagian yang paling penting dari setiap proses intervensi dalam NLP, sebab NLP baru menjadi berguna jika kita gunakan secara utuh. Selayaknya sebuah pisau dapat digunakan untuk memasak atau melukai orang lain, baik atau buruknya efek yang ditimbulkan oleh NLP juga amat ditentukan oleh diri kita sendiri sebagai pelaku praktik NLP. Begitupun tingkat kesuksesan kita dalam menggunakan NLP juga amat tergantung dari seberapa ahli kita dalam menguasai setiap detilnya. Semakin kongruen kita, semakin sukses lah kita. Kongruen disini adalah ketika tujuan, keyakinan, dan nilai-nilai yang kita miliki sejalan dengan perilaku dan ucapan yang kita lakukan.
2.Presuppositions.
Presuposisi adalah prinsip dasar dari NLP yang digunakan untuk mengembangkan dan mengaplikasikan teknik-teknik NLP. Ia adalah taken for granted, yang membedakan NLP dibanding yang lain.
3.Rapport.
Rapport adalah hubungan yang berkualitas yang dihasilkan dari rasa saling percaya. Anda baru bisa mendapatkan rapport hanya jika Anda sudah bisa memahami dan mengerti cara orang lain melihat dunia dari sudut pandang mereka. Dengan kata lain, rapport adalah seperti kita berbicara dengan bahasa orang lain. Ketika kita sudah memiliki rapport, orang yang kita ajak bicara akan merasa dihargai dan seketika menjadi lebih responsif. Sekalipun dapat dibangun secara instan, dalam jangka panjang rapport membutuhkan rasa saling percaya yang tinggi.
4. Outcome.
Kunci utama untuk menguasai keterampilan dasar dari NLP adalah memahami secara rinci apa yang Anda inginkan dan mampu membantu orang lain untuk juga memahami secara rinci apa yang mereka inginkan. Keterampilan NLP selalu didasarkan pada fokus untuk memikirkan hasil yang kita inginkan, sehingga kita selalu mengambil tindakan yang berorientasi pada tujuan.
Pola pikir hasil ini dibagi menjadi 3:
1. Memahami kondisi saat ini
2. Memahami kondisi yang kita inginkan
3. Merencakana strategi untuk mencapainya
5. Feedback.
Sekali kita memahami apa yang kita inginkan, kita harus selalu menaruh perhatian terhadap hasil yang sudah kita capai sejauh ini, sehingga kita selalu tahu apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Inilah yang dinamakan dengan feedback. Kita harus terus memperhatikan secara jeli berbagai informasi yang kita dapat melalui apa yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan.
6. Flexibility.
Ketika Anda tahu apa yang Anda inginkan dan apa yang Anda dapat sejauh ini, ketika itu pula lah Anda harus memiliki cukup banyak strategi untuk mencapainya. Satu cara tidak bekerja, segera gunakan cara lain. NLP selalu mendorong tiap orang untuk senantiasa fokus pada tujuan dan fleksibel dalam menggunakan berbagai macam cara untuk mencapainya.
Itulah 6 Pilar sebagai informasi awal untuk memahami NLP
Belum ada tanggapan untuk "Introduction to NLP"
Posting Komentar