* karena nanti ada tamu mendadak dari Magelang saya ajukan sekarang. Silahkan baca baik baik dulu jadi jam 20.00 tinggal diskusi*
Proses mental adalah hasil kinerja pusat sistem koordinasi manusia. Disana terdapat banyak peristiwa terekam, terproses.
Proses input data masuk ke otak melalui Panca Indera plus 2 sensor.Kemudian semua di proses dengan sistemik, automatic dan sangat cepat.
Manusia mengalami banyak peristiwa kehidupan setiap saat dan hasilnya secara ekstrim dikategorikan menjadi 2 yakni
Menyenangkan dan yang kedua traumatik (sangat tidak menyenangkan).
Uniknya, setiap otak manusia memperoleh kedua pengalaman ini dia suka mengulang-ulang memory dan mengakses jalur memory tersebut.
Saat kita mengakses ini disebut sebagai "INGAT" dan "TERKENANG"
Jika proses yang menyenangkan ini terus terulang dan tidak bisa dikendalikan namanya Addiction misalnya:KEcanduan Obat2an, Workaholic, Hyperaktif, Hypergame, game addiction, kecanduan rokok,
kecanduan cimeng (Ganja, putau, heroin dll).
Jika proses yang tidak menyenangkan ini juga diakses terus menerus bisa mengakibatkan trauma, apriori, alergi dan yang parah adalah mental blok.
Saat ini kita akan membahas hanya MENTAL BLOK
Simak kisah ini, Rudi adalah alumni dari PT Favourite di kota gudeg. Dan lulus dengan predikat CUMLOUDE. Setelah lulus ia melamar di perusahaan multinasional PT. XSample.
Dan uniknya DITOLAK. Ia lanjutkan ke perusahaan berikutnya ke PT.XXSampel, pun di TOLAK, HIngga dalam 6 bulan terakhir semenjak kelulusannya dia ditolak 6 perusahaan impiannya.
Ia mengalami pengalaman buruk, berulang, menyakitkan, dan meruntuhkan semua kebanggaan dan ego nya. Maka tiba-tiba ia menjadi pemalu, tertutup dan sulit diajak komunikasi.
Ia banyak mengurung diri. Saat di tanya tetangga dan saudara :"Kenapa sering nyendiri Rud?" ia tak menjawab. Dalam benaknya teringat hal hal menyakitkan yang ia alami.
Bahkan pada malam kamis pekan berikutnya, seorang direktur yang teman ayahnya datang ke rumah menawarinya sebuah posisi bagus bagi Fresh Graduate ia menggeleng tak bergairah.
banyak yang bertanya kepada bapak dan ibunya :"Mas Rudi kenapa ya Pak / BU Yanuar?". Orang tua nya sambil heran menjawab sekenanya :"Mau rehat dulu paling-paling pak, capek belajar"
BAgaimana NLP memandang ini?
Rudi mengalami trauma berulang yang hasil akhirnya : Mental Blok. Proses mentalnya tak lagi mengakses dan merespons bahkan kabar baik yang sebelum ia error dia cari. Dia tolak sejak dala proses mentalnya mengalami stimulisasi.
wajahnya dan ekspresinya bisa tak berubah. atau ia tersenyum tapi hanya lips smile saja alias senyum basi...#eh (jangan dipakai kemana-mana ya istilahnya).
Didalam proses mentalnya ada formula (rumus) : kalau saya ngelamar kerjaan bagus maka saya ditolak. Postulat ini ia taati di alam mental, bahkan yang parah masuk ke unsconscious mind ( mental lapis ketidaksadaran).
Mental blok sering dialami orang yang hidupnya berulang mengalami pengalaman negatif, hingga behaviour atau kebiasaannya terpola. Bahkan pola itu melekat dalam tindakannya karena formulasinya ON di mentalnya.
Rugi bukan? Jelas iya. Lantas apakah kita juga mengalami?.
Coba ceck diri masing-masing dengan simulasi:
1.Fikirkan ide memulai usaha lagi!...Kemudian perhatikan respons mental kita, jika didalam buanyaak self dialog dan kata bisik PENOLAKAN didalam benak kita, maka itu indikator awal.
2. Fikirkan untuk rencana jalan jalan dan bersenang senang bersama keluarga!...Sekali lagi amati respon mental kita.
Jika ide, keinginan, harapan, rencana sinkron dengan jalan amal kita maka kita berarti orang sehat mental....
Maka dikatakan sungguh hebat, pengusaha yang jatuh berkali-kali dalam usahanya kemudian ia bangkit dan mulai dengan semangat dan antusias UTUH. Anti depresi, Anti Takut dan selalu Optimis.
Mental blok menyebabkan penderitanya berhenti, seolah menunggu momen yang entah kapan datang. Orang melihatnya banyak melamun bengong dan gak segera action.
Kalau di suruh action alasannya banyak.
Bagaimana therapynya?
1. Atasi sejak awal terjadi trauma dalam mental kita : Saat gagal katakan dengan yakin, Yaa Allah terimakasih Engkau ajarkan kepadaku 1 kesalahan kali ini...
2. Maknai kejadian yang menyebabkan taruma dengan value baru yang lebih positif (bahasa NLP : reframming, kapan2 dibahas ya bu elly atau coach gathur, Master Al dll)
3. Sering lakukan afirmasi : membauat statement diri positif saat mengawali kegiatan contoh : "Anah! kamu akan melakukannya lebih baik...YEs!!"
4. Beri GIZI mental kita dengan bacaan, diskusi dan interaksi positif melalui komunikasi therapeutic (Kapan2 bahas lagi ...he he he) yakni komunikasi yang menyembuhkan
5. Lakukan aktivitas berbeda saat kita merasa mati langkah.
6. Miliki komunitas sehat mental dan konsep diri positif (Alhamdulillah PKS JUaranya...Amiin YRA)
Nah sekian bedah Mental Blok, Ada pertanyaan?. Silahkan siapa tadi ya MODERATOR.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar